Negara Mana Yang Paling Bahagia Sedunia ??

Posted under Uncategorized by admin on Wednesday 18 February 2009 at 8:11 pm

Hmm, awal baca artikel ini sempet berpikir masa sich, Negara saya adalah negara paling bahagia sedunia. Tapi setelah baca fakta-fakta yang dikemukakan oleh Mas Junanto Herdiawan, blogger pemerhati ekonomi, saya terkagum-kagum. Ternyata negara yang dipenuhi dengan hutang turunan yang entah digenerasi kapan bisa dilunasi dan ditutupi, bisa menjadi negara yang paling bahagia. Terlepas dari minusnya negera yang saya cintai, yang pasti Alloh Yaha Maha Agung, gak akan menciptakan sesuatu sia-sia,insya alloh ada manfaatnya,amieenn. Silahkan simak artikelnya di bawah ini.

Negara Paling Bahagia Sedunia

senyum korban banjir / foto dari www.kompas.com

senyum korban banjir / foto dari www.kompas.com

Indonesia adalah negara yang masyarakatnya cukup bahagia di dunia. Jauh lebih bahagia dari masyarakat Jepang, Rusia, bahkan China. Krisis ekonomi yang menimpa, indikator ekonomi yang pas-pasan, kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, bencana yang kerap datang, tak membuat masyarakat Indonesia bersedih dan jauh dari bahagia. Secara umum, survei ini pernah dimuat di Majalah Time edisi januari 2004 yang menulis sebuah laporan tentang “Sains Kebahagiaan”. Hal menarik dari tulisan itu adalah penelitiannya pada berbagai negara untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi, kekayaan, dan pendidikan yang tinggi, membawa kebahagiaan bagi penduduknya.

Selama ini, GDP atau Gross Domestic Product selalu dijadikan acuan tingkat kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. GDP dicerminkan oleh komponen Konsumsi, Investasi, Pengeluaran Pemerintah, Ekspor, dan Impor (C+I+G+X-M). Semua komponen itu dihitung dengan satuan uang. Dengan demikian, uang diasumsikan dapat membawa pertumbuhan dan kesejahteraan. Apakah benar demikian? Survei menunjukkan bahwa negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, ternyata tidak otomatis menjadi negara yang bahagia. Sebaliknya, negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi pas-pasan atau bahkan ada yang miskin, bukan berarti pula menjadi negara yang tidak bahagia.

Lantas, apa yang membuat kita bahagia. Riset yang dilakukan para ilmuwan dari Universitas Pennsylvania mengambil beberapa hal yang diindikasikan dapat membawa kebahagiaan. Kekayaan sebagai contohnya, dan segala hal yang bisa dibeli dengan uang. Ternyata, hal itu tidak membawa bahagia. Semakin tinggi pendapatan seseorang, justru kebahagiaannya menurun. Sementara itu, mereka yang berpenghasilan rendah, justru bisa merasakan bahagia. Pendidikan yang tinggi? Tidak juga. Mereka yang memiliki IQ tinggi bukan jaminan kebahagiaannya juga tinggi. Masa Muda? Lagi-lagi bukan. Faktanya, justru banyak orang tua yang lebih menikmati dan puas akan hidupnya ketimbang yang muda. Pernikahan? Jawabannya agak rumit. Memang kebanyakan pasangan yang menikah lebih bahagia daripada yang tidak menikah, namun hal itu diperdebatkan di hasil survei. Sebagian berpendapat bahwa kebahagiaan perkawinan sangat tergantung pada bagaimana mereka mengelola dan memulai sebuah perkawinan.

Survei menunjukkan bahwa ada dua hal utama yang membuat orang bahagia. Pertama, iman kepada Tuhan atau agama. Apapun agamanya, apabila orang meyakini agama, umumnya mereka lebih bahagia daripada yang tidak beragama. Kedua, teman, sahabat, keluarga, istri, anak, atau cucu. Ya, sebuah studi lanjutan yang dilakukan oleh Universitas Illinois di tahun 2002 menunjukkan bahwa masyarakat yang memililki kebahagian tertinggi pada umumnya adalah mereka yang memiliki orang-orang dekat. Mereka yang penyendiri pada umumnya lebih cepat mengalami depresi.

Hasil survei yang dilakukan para ilmuwan di berbagai negara mendapatkan hasil yang beragam. Negara-negara dengan kekayaan dan pertumbuhan tinggi, seperti Switzerland misalnya, masuk dalam kategori negara yang memiliki kebahagiaan tinggi. Namun ada negara yang pertumbuhannya tinggi dan kekayaan masyarakatnya juga tinggi, justru tidak bahagia. Jepang adalah salah satu contohnya. Tingkat depresi, stress, dan bunuh diri jumlahnya tinggi di Jepang.

Sementara itu, ada negara yang masuk kategori berpenghasilan pas-pas-an, namun memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi. Negara itu adalah Indonesia dan Filipina. Nah, Indonesia masuk dalam kategori negara yang memiliki kebahagiaan tinggi, meski kalau melihat dari indikator ekonominya, kebahagiaan itu memang tak tercermin. Pertumbuhan ekonomi Indonesia “hanya” berada dalam kisaran 4-6%, cadangan devisa Indonesia pas-pasan pada sekitar 50 milyar dollar AS (bandingkan dengan Bill Gates yang seorang diri saja kekayaannya mencapai sekitar 60 milyar dollar AS), dan utang luar negeri yang masih tinggi. Selain itu, bencana kerap datang tak henti di negeri ini.

Namun rupanya berbagai hal itu tidak terkait dengan masih bahagianya bangsa kita. Dalam berbagai kondisi, selalu ada cara yang membuat kita bahagia. Modal tawakal, kekerabatan yang kuat, serta keyakinan pada Yang Maha, mungkin bisa menjadi benteng dalam membangun kebahagiaan di tengah kesulitan saat ini.

Apakah itu semua cukup? Tentu tidak. Lama kelamaan kebahagiaan ini bisa luntur. Kebahagiaan bukan sesuatu yang mudah diraih dan harus senantiasa dipertahankan. Raja Bhutan pernah memperkenalkan istilah GDP of Happiness yang mengukur bukan hanya tingkat pertumbuhan negeri, tetapi juga tingkat kebahagiaan. Untuk mencapai kebahagiaan, dukungan kepada rakyat perlu diberikan dalam bentuk perhatian dan fokus pada pengembangan kekuatan masing-masing elemen bangsa. Keseimbangan antara alam, spiritual, dan manusia menjadi fokus kebijakan pemerintah. Semata mendorong pertumbuhan ekonomi, apalagi dengan memberi uang, tidak akan menjamin tercapainya kebahagiaan. Mungkin hanya mampu meraih kesenangan sesaat. Dan itu, bukan kebahagiaan.

Bukankan tujuan para pendiri bangsa di manapun adalah mengejar kebahagiaan? Kalimat terkenal dalam Deklarasi Independen Amerika adalah, “Life, liberty, and the pursuit of happiness “. Itulah sebuah amanat untuk meraih kebahagiaan.

Sementara, kalimat terkenal di pembukaan UUD 45 kita adalah, “… Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Ujungnya, merdeka, berdaulat, adil, dan makmur, adalah cara untuk mencapai kebahagiaan….

Mudah-mudahan kita masuk dalam kelompok orang yang berbahagia.

Junanto Herdiawan, blogger pemerhati ekonomi

(source : http://public.kompasiana.com/2009/02/10/negara-paling-bahagia-sedunia/)

Latar Belakang Hukum Li’an

Posted under Uncategorized by admin on Monday 16 February 2009 at 5:04 am

Kata li’an menurut bahasa berarti alla’nu bainatsnaini fa sha’idan (saling melaknat yang terjadi di antara dua orang atau lebih). Sedang, menurut istilah syar’i, li’an ialah sumpah dengan redaksi tertentu yang diucapkan suami bahwa isterinya telah berzina atau ia menolak bayi yang lahir dari isterinya sebagai anak kandungnya, dan kemudian sang isteri pun bersumpah bahwa tuduhan suaminya yang dialamatkan kepada dirinya itu bohong. (Pengertian ini dikutip dari kitab al-Mugashshal fi Ahkamil Mar-ah Wal Baitil Muslim Fisy Syari’atil Islamiyah VIII: 320-321, terbitan Muassasah Risalah Beirut oleh Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan).

Apabila seorang laki-laki menuduh isterinya berbuat serong dengan laki-laki lain, kemudian isterinya menganggap bahwa tuduhannya bohong, maka pihak suami harus dijatuhi hukuman dera, kecuali dia mempunyai bukti yang kuat atau melakukan li’an. “Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, Maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la’nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah Sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.” (QS An-Nuur: 6-9).

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Hilal bin Umayyah r.a pernah menuduh isterinya berzina dengan Syarik bin Sahma’ di hadapan Nabi saw. Kemudian Nabi saw bersabda, “Kamu harus dapat membuktikan, atau (kalau tidak) hukuman had menimpa punggungmu.” Lalu dia berkata, “Ya Rasulullah, jika seorang di antara kami telah melihat seorang laki-laki berada di atas isterinya, masihkah dituntut untuk pergi mencari bukti?” maka Beliau pun bersabda, “Kamu harus dapat membuktikan, dan jika tidak maka hukuman had di punggungmu.”

Hilal berkata, “Demi dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, sesungguhnya saya benar-benar jujur. Maka saya harap sudi kiranya Allah menurunkan ayat Qur’an yang bisa membebaskan punggungku dari hukum dera.” Maka turunlah Malaikat Jibril dan menyampaikan wahyu kepada Beliau, WALLADZIINA YARMUUNA AZWAAJAHUM (dan orang-orang yang menuduh istri-isterinya) sampai pada IN KAANA MINASH SHAADIQIN (jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar).

Kemudian Nabi saw beranjak dari tempatnya sambil menyuruh Hilal menemui isterinya. Kemudian Hilal datang (lagi) kepada Beliau, lalu memberikan kesaksian, lantas Nabi saw bersabda,  “Sesungguhnya Allah tahu bahwa seorang di antara kamu berdua ini ada yang bohong. Adakah di antara kalian berdua ini yang mau bertaubat?” Kemudian isterinya bangun lalu memberikan kesaksiannya. Maka tatkala ia hendak mengucapkan sumpah yang kelima, maka orang-orang menghentikannya (agar tidak jadi mengucapkan sumpah kelima), dan mereka berkata, “Sesungguhnya perempuan ini wajib dijatuhi hukuman.” Ibnu Abbas berkata, “Lalu ia (isterinya itu) pelan-pelan mundur hingga kami menduga ia akan segera kembali.” Kemudian ia berkata, “Aku tidak akan membuat malu kaumku sepanjang hari.” Kemudian terus berlalu begitu. Lantas Nabi saw bersabda, “Perhatikan dia, jika dia datang dengan membawa bayi yang juling matanya, besar pinggulnya, dan kedua betisnya besar juga maka ia(bayi itu) milik Syarik bin Sahma’.” Ternyata dia datang persis yang disabdakan Nabi saw. Kemudian Beliau bersada, “Kalaulah tidak ada ketetapan di dalam Kitabullah, sudah barang tentu saya punya urusan dengan dia.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 2098, Fathul Bari VIII: 449 no: 4747, ’Aunul Ma’bud VI: 341 no: 2237, Tirmidzi V: 12 no: 3229 dan Ibnu Majah I: 668 no: 2067).

(source http://alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=328&Itemid=22)

satu tampran untuk tiga pertanyaan

Posted under Uncategorized by admin on Sunday 15 February 2009 at 5:47 am

Hmm…mungkin temen-temen dah pernah dapat tentang kisah ini, tapi tentunya juga ada yang belum membacanya, (mudah2xan sambil berdo’a).. :D langsung aja yah..

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai  :  Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai :Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda :Saya ada 3 pertanyaan:

  1. Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
  2. Apakah yang dinamakan takdir
  3. .Kalau syaitan
    diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang
    dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka
    memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh
    itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda :Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai :Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda :Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai :Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda :Ya!
Kiyai :Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda :Saya tidak bisa.
Kiyai :Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya. Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?

Pemuda :Tidak.
Kiyai: Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai :Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda :Kulit.

Kiyai :Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda :Kulit.

Kiyai :Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda :  Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

cari temen senasib..sesama pengguna telkomsel flash

Posted under Uncategorized by admin on Sunday 15 February 2009 at 5:25 am

Setelah mencari keasana kemari melalui om google, mencari apa..mencari temen senasib dengan saya yang pengguna baru telkomsel flash yang mengalami shock dan mungkin stress memikirkan bagaimana caranya membayar tagihan yang jutaann..hehe..:D . akhirnya dari sekian artikel yang di dapat hanya satu ini yang menurut saya bagus dan mewakili semua. diambil dari web resmi kompas. selengkapnya di bawah ini:

Telkomsel Flash Unlimited: Keren kecuali Soal Billing
Telkomsel menyuguhkan paket akses Internet unlimited dengan koneksi 3G dengan tawaran harga paket yang sangat menggiurkan. Untuk paket tanpa modem dengan tanpa batasan waktu dalam kecepatan 256kbps, kita bisa hanya membayar Rp 125 ribu per bulan.

Enaknya paket ini adalah tawaran akses yang tidak dibatasi waktu maupun kapasitas. Paling-paling jika download kita kencang sekali sehingga mencapai 3GB sebulan, maka kecepatan diturunkan menjadi 64kbps (untuk pelanggan paket Basic dan Advance) atau menjadi 128kbps (untuk paket Pro). Tawaran selengkapnya dapat dilihat pada tabel.

Gratis Modem
Ada juga paket yang “gratis modem”. Namun kalau dihitung sebenarnya tidak gratis juga, hanya saja pelanggan diberi kelonggaran mencicil harga modem selama setahun. Harga paket Basic dengan modem ini adalah Rp 250 ribu dengan kecepatan 256kbps, sama dengan kecepatan paket Basic tanpa modem. Artinya ada selisih sebesar Rp 125 ribu selama 12 bulan, atau sejumlah Rp 1,5 juta. Harga Rp 1,5 juta itulah harga modem Huawei E220 yang di-lock alias dikunci sehingga hanya bisa digunakan dengan kartu Telkomsel.

Untuk berlangganan Telkomsel Flash, Anda perlu melanggan kartu HALO dulu. Jika belum punya, sekalian saja apply kartu tersebut. Jika sudah memiliki, cukup aktifkan layanan Paket Flash-nya di Grapari.

Korporat lebih Murah
Kalau ingin agar biaya langganan per bulan lebih murah lagi, ada paket yang dikhususkan untuk korporat. Tentu saja penggunanya adalah perusahaan dengan kepesertaan berkelompok.

Namun tawaran ini banyak dimanfaatkan (atau tepatnya dimanipulasi) oleh peserta perorangan yang ingin biaya lebih murah. Untuk memenuhi persyaratan, mereka mendaftar dengan cara berkelompok. Model ini merupakan taktik yang sama dengan yang mereka gunakan untuk mendapatkan layanan GPRS XL Korporat yang unlimited yang sekarang sudah ditutup.

Menggiurkan
Selain sisi kebebasan mengaksesnya, baik kapasitas maupun lokasi, tawaran yang menggiurkan lainnya adalah kecepatan. Untuk paket Basic saja, pelanggan diberi bandwidth sampai 256kbps. Memang kecepatan yang kita peroleh tergantung keadaan jaringan, dan kalau sudah mencapai kapasitas 3GB akan dibatasi menjadi 64kbps, namun toh itu masih lebih bagus daripada paket GPRS yang ditawarkan oleh operator lain, bahkan paket GPRS Telkomsel sendiri.
Dengan tawaran yang menggiurkan itu, Telkom Flash Unlimited seperti mimpi yang terlalu indah. Bahkan tak sedikit yang ragu-ragu apakah paket tersebut akan terus berjalan atau sementara doang.

Jangan Terjebak!
Namun di balik tawaran menggiurkan itu terdapat potensi jebakan yang akan mencekik pelanggan jika tidak hati-hati. Sumbernya adalah product knowledge para CS-nya yang masih kurang memadai. Maklum sih, barang baru. Tulisan ini adalah pengalaman nyata Sinyal (dan setelah seraching di Internet, juga dialami oleh banyak pelanggan lainnya) dan dimaksudkan agar pelanggan berhati-hati.

Jadi begini kronologisnya. Setelah menerima kartu HALO (untuk pemasangan baru alias PSB) Anda akan diminta menunggu sehari untuk aktivasi kartu HALO-nya. Setelah HALO aktif, baru kemudian menyusul ada SMS pemberitahuan bahwa paket Flash Unlimited sudah aktif. Di sinilah terletak jebakannya.

Pengalaman Sinyal, pada waktu serah terima kartu, Customer Service-nya tidak menjelaskan bahwa ada tahap pemberitahuan aktivasi Flash-nya. Yang diulang-ulang hanya aktivasi kartu HALO-nya yang butuh waktu sehari. Tidak ada kontrak atau penjelasan tertulis untuk itu.

Dan ternyata, risiko jika tidak tahu masa aktif Flash ini sangat besar. Ini adalah pengalaman nyata Sinyal. Merasa kartunya sudah bisa digunakan untuk akses Internet, Sinyal langsung menguji koneksinya, segera setelahHALO berfungsi. Tak berapa lama barulah SMS pemberitahuan Flash datang. Dan ternyata oh ternyata, periode antara aktif kartu dengan aktif Flash ini adalah periode krusial karena di-charge dengan tarif GPRS normal yang Rp 12/kb.

Sinyal baru mengetahui ini ketika mendapat SMS dari 3445 yang memberi tahu besar tagihan yang sudah mencapai Rp 500 ribu lebih. Dengan tagihan sebesar itu, pelanggan diberi 3 opsi, yaitu untuk membayar setengah terlebih dahulu, meminta kiriman tagihan, atau menunggu sepulang dari luar negeri.

Ketika Sinyal komplain ke CS, mereka hanya memberi jawaban kemungkinan penggunaan APN (Access Point Number). Padahal APN sudah Sinyal sesuaikan dengan setting di situs Telkomsel yang memang sudah muncul ketika kartu aktif (internet atau telkomsel). Menggunakan APN lain (yaitu flash) juga tidak dimungkinkan karena akan masuk ke portal Flash yang mengharuskan memasukkan pilihan paket non-unlimited.

Barulah ketika Sinyal menghubungi orang dalam Telkomsel (dalam hal ini diwakili oleh Pak Arif, Manajer Telkomsel Flash) diperoleh penjelasan bahwa tagihan bengkak itu mungkin diakibatkan oleh penggunaan antara kartu aktif dan Flash aktif, seperti disebutkan di atas. Dan sekali lagi, tidak ada penjelasan apapun dari CS soal ini, jadi kesalahan bukan terletak di pelanggan. Hanya saja, jika Pembaca berniat melanggan layanan ini, berhati-hatilah.

Sistem billing Telkomsel Flash ini memang masih agak kacau. Jika memeriksa tagihan dengan mengetikkan *888# , pelanggan pasti akan terkejut karena tagihannya jutaan rupiah. Namun yang ini bukanlah tagihan sebenarnya karena konon bisa diabaikan. Tagihan yang sebenarnya nanti ada di akhir bulan atau bisa dilihat dengan memeriksa ke *999#. Tagihan di *999# inilah yang akan sama dengan tagihan akhir bulan nanti.

Sumber: Sinyal

Paket Telkomsel Flash Unlimited Tanpa Modem, Tanpa Kontrak
No. Paket Biaya bulanan Kecepatan
1 Basic Rp125.000 sampai 256 kbps
2 Advance Rp225.000 sampai 512 kbps
3 Pro Rp400.000 sampai 3,6 Mbps

Paket Gratis Modem, Kontrak Setahun
No. Paket Biaya bulanan Kecepatan
1 Basic Rp250.000 sampai 256 kbps
2 Advance Rp350.000 sampai 512 kbps
3 Pro Rp525.000 sampai 3,6 Mbps

(source :http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/08/29/11142233/telkomsel.flash.unlimited.keren.kecuali.soal.billing)

Selamat Tahun Baru

Posted under Uncategorized by admin on Wednesday 7 January 2009 at 4:51 pm

Riuhnya malam perayaan tahun baru sudah terlewati. Tentu banyak hal dalam kurun waktu 365 hari, dari suka, duka dan bahagia. pokoknya banyak pertukaran emosi yang terjadi dalam kurun waktu yang gak sedikit.

Tuk tahun ini habisin waktu bikin blog ini. Dah lama bgt punya niatan tuk punya satu blog yang gambarin gw bgt. Alhamdulillah kesampean juga, dpt hosting dan domain gratisan, :D . Padahal dah niatan mo pesen di jagoan hosting, ;)) ..Tp pake yang ada dl ni aja.

Selamat tahun baru, buat semua..Wish U all The Best in 2009